Tidak ada yang mengira kalau Desa Lebakharjo menjadi seramai dan semakmur seperti sekarang ini. Rumah penduduk rata-rata kokoh dengan polesan batu bata dan semen, bergaya modern, dan tampak asri. Sepeda motor penduduk berseliweran mengangkut rumput, padi, kayu, dan ke sawah. Mobil truk silih berganti mengangkut kayu, hasil panen, dan benih pohon jabon. Sanitasi tertata rapi, jalan tegak lurus, dan gapura gang tampak gagah. Kemudian, pepohonan menjulang rimbun membuat Desa Lebakharjo asri dan terkesan damai. Penduduk berkultur pramuka dari sopir sampai petani. Itulah Lebakharjo sekarang.
Keramahan yang tulus dibalut rasa persaudaraan melekat di tiap penduduk. Siapapun yang datang ke desa itu akan menemui keakraban warganya. Mereka seperti itu karena saat mudanya aktif di kepramukaan. bahkan, ada seorang kakek yang selalu mengikuti cucunya berlatih pramuka. Lalu, dari kejauhan sang kakek itu menitikkan air mata pertanda haru melihat cucunya meneruskan jejak sang kakek. Tiap penduduk sangat hafal yang namanya regu, barung, sangga, reka, ambalan, pasukan, dan istilah pramuka yang lainnya. Pokoknya, kepramukaan melekat erat dalam darah daging mereka.
Lebakharjo seperti itu bukan datang seketika melainkan karena proses yang dialaminya semenjak menjadi tuan rumah PW Aspac 1979, sebuah perkemahan wirakarya se-Asia Pacifik. Nenek moyangnya pernah menjadi tuan rumah perkemahan sekitar 3 bulan lebih, dari pra-PW sampai PW yang sebenarnya. Apalagi, tahun 1996, Desa Subur di pesisir selatan itu, menjadi tuan rumah Comdeca (Community Development camp) sedunia. Desa penghasil padi dan kopi itu telah dicatat di buku kepanduan dunia menjadi tempat bersejarah. Jika melihat pengalaman seperti itu, sangat layak jika dikatakan bahwa penduduknya sangat mendarah daging dengan kerpamukaan. Jadi, wajarlah kalau Desa Lebakharjo menjadi Desa Pramuka di Indonesia.
Desa itu sebelum PW ASPAC 1979 masih terlihat terisolasi dari desa lainnya. Jalan ke arah Malang harus dilalui jalan kaki karena tanjakan yang curam dan tebing dalam. Sungai Glidik yang berpangkal dari Gunung Semeru selalu membawa lahar dingin yang memindahkan aliran airnya ke kiri atau ke kanan. Penduduk asli tidak ada. Awal mula penduduk berasal dari daerah barat, yakni Ponorogo, pacitan, Blitar, Tulungagung, dan wilayah pantai lainnya yang datang melalui pantai Licin karena dari darat tidak dapat dimasuki. Sebelumnya, desa yang berpasir itu, tidak dialiri listrik. Sanitasi sangat buruk. Hasil pertanian membusuk karena tidak ada transportasi. Kesehatan warga rendah. Pendidikan tidak tersentuh. Penduduk Lebakharjo saat itu seperti suku terasing.
Kini, mereka menyatu menjadi penduduk Lebakharjo dengan warna budaya terpadu. Listrik cukup lincah memberikan sinarnya. Anak-anak kecil dengan mudah membeli jajan dari pelataran rumah karena penjajah makanan ramai menawarkan, seperti bakso, roti, sate, dan sebagainya. Televisi memberikan gambar siar dengan pancaran tajam. HP terlihat ditenteng warga sekalipun ke sawah meski hanya operator tertentu yang ada di sana. Sepeda motor aneka merk terlihat berderu di jalan beraspal. Sekolah SMP Negeri berdiri kokoh di lahan Comdeca 1996.
Desa Pramuka layak disandangkan di Desa Lebakharjo yang damai. Apalagi, jalan-jalan gang sejak lama bernama pramuka, seperti jalan siaga, jalan penggalang ramu, jalan penegak, jalan pembina, dan lainnya. Di pojok jalan terpampang berbagai tugu Dasadarma dan Pancasila. Terdapat rumah singgah Presiden RI waktu itu, Suharto, yang pernah menginap untuk membuka PW ASPAC dan Comdeca. Sri Sultan Hamengku Buwono IX membuktikan pernyataannya bahwa pramuka harus juga membangun masyarakat melalui Desa Lebakharjo.
Sangatlah lumrah jika pada 18 Juni 2011, Kak Asrul, Kakwarnas Gerakan Pramuka, meninjau desa subur itu untuk menimbang apakah desa itu layak menjadi desa pramuka. Infrastrukturnya sangat kental dengan pramuka. Filosofis warga dalam membangun kehidupan berdasarkan prinsip kepramukaan. Tanah kenangan berinisial pramuka. Lalu, logo PW ASPAC dan Comdeca terpampang jelas di tembok sekolah dengan terawat. Layaklah Lebakharjo menjadi Desa Pramuka.
Langkah berikutnya, seluruh kru pramuka Indonesia harus bahu membahu mempromosikan Lebakharjo sebagai Desa Pramuka ke seantero negara. Biar dunia tahu bahwa penerus Baden Powell berada di pelosok negeri dengan jiwa persaudaraan pramuka sejati. Desa yang ditumbuhi aneka tanaman itu selanjutnya menjadi jujugan siapapun untuk menimba kesejatian hidup dengan warna pramuka. Suatu saat, Lebakharjo menjadi desa wisata pramuka. Semoga.
Dukunglah dengan semangat kibaran cita gerak pramuka bangsa ini. Berawallah dari segala penjuru demi maju dan bermutu pramuka Indonesia. Mulailah bergerak dalam riak hidup berbangsa Indonesia melalui dunia kepelatihan kepramukaan
Senin, 13 Juni 2011
Jumat, 08 April 2011
Simpul dan Ikatan dalam Dunia Tali-Temali Pramuka
Pramuka tentu tidak asing dengan tali-temali dalam kegiatan di alam bebeasnya. Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
1. Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3. Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4. Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5. Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6. Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7. Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8. Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9. Simpul laso
Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Macam simpul dan kegunaannya
1. Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3. Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4. Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5. Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6. Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7. Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8. Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9. Simpul laso
Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Macam Ikatan dan Kegunaannya
1. Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga
digunakan untuk memulai suatu ikatan.
2. Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya
untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3. Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4. Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
5. Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk
membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
6. Ikatan turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
7. Ikatan palang
8. Ikatan canggah
9. Ikatan silang
10. Ikatan khaki tiga
Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.
Selasa, 29 Juni 2010
Materi Lomba LTIV Jawa Timur
Kelompok Materi Lomba LT IV terdiri atas:
1. Perkemahan
a) kontruksi tenda (kekokohan, ketahanan, fungsi tenda)
b) pelengkap tenda (jemuran, rak sepatu, meja makan, tempat sampah, toilet regu, pagar, dapur, sanitasi, lampu, dan kenyamanan)
c) kehidupan berkemah (bertetangga, menerima tamu, mencatat buku harian regu, shalat, upacara, rapat, dan olahraga)
2. Wawasan Kebangsaan dan Ipteks (sejarah bangsa, dinamika bangsa, negara sahabat, organisasi kepramukaan, pengetahuan umum, teknologi, dan budaya)
3. Keterampilan Manajerial dan Administrasi Regu (notulen rapat, administrasi regu, pengaturan rapat, dokumen regu)
4. Dinamika Regu (yel, lagu, gerak, sandi, nama, daya tanggap, gesit, keceriahan, kekompakan, kedisiplinan, dan kerjasama)
5. Prestasi dan percaya diri (pioneering, pidato, english corner, pentas seni, baca puisi, TTG, desain blog di internet, jurnalistik, asah otak, debat, poster, pengamatan lingkungan, majalah dinding, bernyanyi, daur ulang kertas bekas).
6. Kesamaptaan dan tantangan regu (jawing, berlari, merangkak, estafet, mengayun, mencari bendera)
7. Olahraga (senam pramuka, memimpin senam)
8. Scouting Skill dalam Safari Camp (packaging, bivoac, menjelajah, sandi, semapor, morse, peta pita, gambar peta, kompas, memasak, PPGD)
9. Komunikasi (Komunikasi SMS dan radio FM). Materi lomba ini berupa dinamika kebangsaan Indonesia dan tidak terjadwal karena akan dilaksanakan setiap saat melalui radio LT IV yang mengudara tiap waktu terutama saat istirahat pagi, siang, sore, dan malam.
10. Forum Penggalang
a. Menyusun laporan
b. Presentasi gagasan
c. Menanggapi gagasan
d. Menyusun rekomendasi
1. Perkemahan
a) kontruksi tenda (kekokohan, ketahanan, fungsi tenda)
b) pelengkap tenda (jemuran, rak sepatu, meja makan, tempat sampah, toilet regu, pagar, dapur, sanitasi, lampu, dan kenyamanan)
c) kehidupan berkemah (bertetangga, menerima tamu, mencatat buku harian regu, shalat, upacara, rapat, dan olahraga)
2. Wawasan Kebangsaan dan Ipteks (sejarah bangsa, dinamika bangsa, negara sahabat, organisasi kepramukaan, pengetahuan umum, teknologi, dan budaya)
3. Keterampilan Manajerial dan Administrasi Regu (notulen rapat, administrasi regu, pengaturan rapat, dokumen regu)
4. Dinamika Regu (yel, lagu, gerak, sandi, nama, daya tanggap, gesit, keceriahan, kekompakan, kedisiplinan, dan kerjasama)
5. Prestasi dan percaya diri (pioneering, pidato, english corner, pentas seni, baca puisi, TTG, desain blog di internet, jurnalistik, asah otak, debat, poster, pengamatan lingkungan, majalah dinding, bernyanyi, daur ulang kertas bekas).
6. Kesamaptaan dan tantangan regu (jawing, berlari, merangkak, estafet, mengayun, mencari bendera)
7. Olahraga (senam pramuka, memimpin senam)
8. Scouting Skill dalam Safari Camp (packaging, bivoac, menjelajah, sandi, semapor, morse, peta pita, gambar peta, kompas, memasak, PPGD)
9. Komunikasi (Komunikasi SMS dan radio FM). Materi lomba ini berupa dinamika kebangsaan Indonesia dan tidak terjadwal karena akan dilaksanakan setiap saat melalui radio LT IV yang mengudara tiap waktu terutama saat istirahat pagi, siang, sore, dan malam.
10. Forum Penggalang
a. Menyusun laporan
b. Presentasi gagasan
c. Menanggapi gagasan
d. Menyusun rekomendasi
Kamis, 10 Juli 2008
Pramuka Majulah
Pramuka Majulah
Iniloah sebuah awal blog
yang bernyanyi atas nama pramuka
yang bermuara pada generasi Indonesia
yang bertemperamen sederhana
yang hanya satu keinginan berguna
untuk siapa saja
suyatno
Iniloah sebuah awal blog
yang bernyanyi atas nama pramuka
yang bermuara pada generasi Indonesia
yang bertemperamen sederhana
yang hanya satu keinginan berguna
untuk siapa saja
suyatno
Langganan:
Postingan (Atom)



